0 NEW WIZARD Start Tour Guide 101 SERVICE Order Artikel Store Awards EVENTS Kontes Meeting (soon) General (soon) NOTIFICATIONS LIHAT SEMUA Muhammad Maulana 0 points Saldo Rp 0 Edit Profile Pesan Log Out ACCOUNT Tambahkan meta tag dibawah ini ke halaman blog/website anda

Pelatih Kepala Ganda Putri, Eng Hian Ceritakan Sejarah Pasangan Apriyani/Fadia

Bulutangkis Indonesia akan memiliki duet ganda putri baru dalam diri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Sayang laga debut keduanya di German Open 2022 harus ditunda karena Apriyani alami cedera pada betis. Eng Hian selaku pelatih kepala ganda putri pun menerangkan kisah sebelum akhirnya memasangkan Apri dengan Fadia.

Pelatih yang akrab dipanggil Didi itu menerangkan bahwa perlu pertimbangan khusus sebelum memutuskan memasangkan Apri dengan Fadia. Dilansir , pemilihan pasangan baru untuk Apriyani harus dilakukan mengingat Greysia Polii akan mengumumkan pensiunnya. Didi pun menerangkan bahwa sebelum diduetkan dengan Fadia, ada beberapa nominasi nama nama yang akan dipasangkan dengan Apri.

Tercatat ada empat nama yang sudah disiapkan sebagai pasangan Apriyani. Keempatnya adalah Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ribka Sugiarto, Febby Valencia Dwijayanti Gani, dan Putri Syaikah. Kendati demikian, nama nama tersebut pun semakin mengerucut dan menyisakan dua nama yakni, Ribka dan Fadia.

Sebelum pada akhirnya pilihan jatuh ke Fadia, Didi juga menceritakan sejarah tercetusnya pilihan ke Fadia. "Setelah berdiskusi dengan Binpres dan pengurus, kondisi Ribka yang cedera di akhir tahun 2021 dan perlu waktu untuk pemulihan, maka pilihan jatuh kepada Fadia," jelas Didi. "Secara kemampuan sebenarnya dua pemain ini berbeda tipis dan keduanya mampu menjadi pasangan yang cocok untuk Apri," tambahnya.

Melalui pertimbangan tersebut, akhirnya Fadia yang dipilih untuk menjadi tandem dari sang juara Olimpiade, Apriyani Rahayu. Kendati menjadi tandem dari sang juara Olimpiade, Eng Hian mengaku tidak mematok target untuk Apri/Fadia. Namun, tim pelatih akan lebih fokus mengevaluasi dari penampilan duet ganda putri itu.

"Kalau melihat di latihan, secara pola main, komunikasi, dan lain sebagainya tidak ada masalah. Tapi baru benar benar bisa dinilai nanti saat pertandingan kompetitif," tutur Didi. Didi hanya berharap pasangan baru tersebut bisa mendulang poin dan ranking sebanyak banyaknya. "Dalam 5 6 bulan ini saya tidak mematok target untuk Apri/Fadia. Tetapi saya fokus pada peningkatan dan penilaian performa," kata Didi.

"Tapi karena mereka diproyeksikan tampil di Olimpiade Paris 2024, saya berharap mereka bisa mendulang poin ranking sebanyak banyaknya," tukas Didi. Adanya cedera pada betis Apriyani pun membuat keduanya gagal debut ke German Open 2022. Kendati demikian, keduanya akan tampil di Swiss Open 2022 setelah gelaran All England.

Di All England, Apriyani masih akan dipasangkan dengan Greysia Polii.

admin

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.