0 NEW WIZARD Start Tour Guide 101 SERVICE Order Artikel Store Awards EVENTS Kontes Meeting (soon) General (soon) NOTIFICATIONS LIHAT SEMUA Muhammad Maulana 0 points Saldo Rp 0 Edit Profile Pesan Log Out ACCOUNT Tambahkan meta tag dibawah ini ke halaman blog/website anda

Lanjutkan Pengembangan Mobil Listrik, Hyundai Juga Janjikan Investasi di IKN

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Korea Selatan (Korsel) membawa kabar baru untuk investasi Korea Selatan di Indonesia. Sejumlah perusahaan Korea Selatan tertarik berinvestasi di Indonesia, salah satunya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menteri Invetasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan ada tiga perusahaan yang menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di IKN. Di antaranya yakni POSCO, Hyundai dan LG. "(Hyundai) akan ikut ambil bagian dalam investasi di IKN, ini sesuatu hal yang positif," katanya, Kamis (28/7/2022).

Ketertarikan tiga perusahaan Korsel itu kata Bahlil menjawab keraguan sejumlah pihak mengenai keberadaan investor pembangunan IKN. "Jadi enggak benar itu kalau ada persepsi yang orang selalu meragukan apakah ada investasi untuk masuk ke IKN," ungkapnya. Selain berinvestasi di IKN, Hyundai juga tertarik mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Ketertarikan tersebut disampaikan Executive Chairman Hyundai Motor Group, Chung Eui sun saat bertemu Presiden Jokowi di Lotte Hotel, Seoul.

Bos Hyundai Motor Corp itu berjanji akan terus melakukan ekspansi usaha di Indonesia setelah perusahaan otomotif asal Korea Selatan (Korsel) itu membangun pabrik mobil listrik di Cikarang, Jawa Barat. "Bapak Presiden menerima khusus dari Hyundai, Chairman dari Hyundai. Kebetulan tadi menyampaikan bahwa mereka akan melakukan ekspansi untuk mobil listrik dan RND nya di Indonesia, ini masih dalam perencanaan," kata Bahlil. Presidan Jokowi sebelumnya memang sudah pernah meresmikan pabrik mobil listrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat. Peresmian itu dilakukan pada 16 Maret 2022 silam. Saat itu, Jokowi juga meresmikan peluncuran mobil listrik Hyundai Ioniq 5 perdana yang dibuat di Indonesia.

Selain bertemu bos Hyundai, Presiden Jokowi sebelumnya juga menggelar rapat dengan beberapa CEO perusahaan di Korea Selatan. Dalam pertemuan itu Jokowi menjamin kelancaran investasi mereka di Indonesia dan meminta mereka agar menyampaikan jika menemukan adanya kendala di lapangan. Presiden meminta mereka agar segera menyampaikan kendala di lapangan kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, atau Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Menko Maves) Luhut Pandjaitan terlebih dulu.

Jokowi mempersilakan mereka menghubunginya secara langsung, jika diperlukan. "Kalau mentok berdua ini tidak bisa menyelesaikan, bisa ke saya," kata Jokowi dalam keterangan pers yang disampaikan Sekretariat Presiden. Menurut Presiden, masalah yang disampaikan dapat menyangkut berbagai hal, dari izin hingga persoalan imigrasi. Meski begitu, Jokowi menjelaskan bahwa dia tidak mendengar adanya keluhan berat di lapangan. Dia menegaskan pemerintah telah mempermudah regulasi melalui Undang Undang Cipta Kerja. Menurutnya, aturan omnibus law itu merupakan reformasi struktural yang dilakukan Indonesia, guna memberikan peluang investasi sebesar besarnya.

admin

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *